Pengawetan Makanan dengan Ekstraksi

PENGAWETAN MAKANAN DENGAN EKSTRAKSI

A.Pengertian
   Ekstraksi adalah proses pemisahan komponen-komponen terlarut dari suatu campuran komponen tidak terlarut dengan menggunakan pelarut yang sesuai . Pemisahan tercapai jika komponen yang dipisahkan larut dalam larutan , sementara komponen yang lainnya masih tetap berada dalam bahan asalnya


B.Teknik-teknik dalam Ekstaksi :
1.Rendering
    Rendering merupakan suatu cara ekstraksi minyak atau lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak dengan kadar air yang tinggi.Pada semua cara rendering,penggunaan panas adalah sesuatu yang spesifik,yang bertujuan untuk menggumpalkan protein pada dinding sel bahan dan untuk memecahkan dinding sel tersebut sehingga mudah ditembus oleh minyak atau lemak yang terkandung didalamnya.Menurut pengerjaannya rendering dibagi dengan dua cara,yaitu :
A.        Wet Rendering
            Wet rendering adalah proses rendering dengan penambahan sejumlah air selama berlangsungnya proses tersebut.Cara ini dikerjakan pada ketel yang terbuka atau tertutup dengan menggunakan temperatur yang tinggi serta tekanan 40 sampai 60 pound tekanan uap (40-60psi).
B.         Dry Rendering
            Dry rendering adalah proses rendering tanpa penambahan air selama proses berlangsung.Dry rendering dilakukan dalam ketel yang terbuka dan dilengkapi dengan steam jacket serta alat pengaduk (agitator).Bahan yang diperkirakan mengandung minyak atau lemak dimasukkan kedalam ketel tanpa penambahan air.

2.Mechanical Expression
      Pengepresan mekanis merupakan suatu cara ekstraksi minyak atau lemak,terutama untuk bahan bahan yang berasal dari biji-bijian.Cara ini dilakukan untuk memisahkan minyak dari bahan yang berkadar minyak tinggi(30-70%).
A.         Pengepresan Hidraulik (Hydraulic Pressing)
Pada cara hydraulic pressing,bahan di press dengan tekanan sekitar 2000pound/inch2 (140,6 kg/cm = 136 atm).   
B.         Pengepresan Berulir (Expeller Pressing)
Prinsip dari proses ini adalah ekstraksi dengan melarutkan minyak dalam pelarut minyak dan lemak.Pada cara ini dihasilkan bungkil dengan kadar minyak yang rendah yaitu sekitar 1 persen atau lebih rendah. 

C. Contoh makanan hasil Ekstraksi 




No comments:

Post a Comment